Dana Bantuan Komite Peduli Pelajar (KPP) PII Pusat Untuk Sumatera Barat; PB PII: Rp 2.000.000, Yayasan Al-Fitrah Rp 1.000.000, PW PII Jakarta Rp 4.981.000, PD PII Kota Bekasi Rp 1.064.000, (07/10) PW. Sulteng : Rp. 1.470.000, Kanda Ibrahim Fadhil Rp. 250.000 (09/10) PW Bali Rp. 10.000.000 TOTAL SEMENTARA: Rp 20.765.000; Bagi Pengurus Wilayah atau Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia yang mengirimkan bantuannya langsung ke Rekening PW PII Sumbar harap melapor ke KPP Pusat dengan mengirimkan bukti slip transfer difax ke no 021-3153572

Aksi Demo di Bunderan HI YouthCamp PII Wati Tranining Center PB PII 2008-2010 Team Sepak Bola Brigade PII audiensi dengan Menpora Latihan Brigade PII Pelantikan PB PII Periode 2008-2010

Pelatihan Motivasi “Kebangkitan Anak Nagari”

Komite Peduli Pelajar-Pelajar Islam Indonesia (KPP-PII), Minggu 15 November 2009 mengadakan kegiatan pelatihan motivasi untuk pelajar di daerah gempa, tepatnya di SMPN1 Kec.Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman. Kegiatan yang dibalut dengan nama “kebangkitan Anak Nagari “ ini merupakan pelatihan motivasi untuk pelajar di daerah gempa, dengan adanya kegiatan ini diharapkan pelajar tidak hanya bisa beraktivitas secara normal tetapi lebih baik dari waktu sebelum gempa terjadi.

Re-Orientasi Gerakan PII; Sebuah Keharusan!

Permasalahan PII yang kompleks di satu sisi bisa kita pahami jika menimbang usianya yang sudah 62 tahun. Namun, jika melihat usia para penggerak organisasi yang notabene masih muda (pelajar), kompleksitas persoalan PII harusnya tidak sampai berlarut-larut seperti sekarang. Tuanya usia organisasi dan mudanya para penggerak seharusnya menjadi paduan yang bisa mengakhiri berlarut-larutnya persoalan PII saat ini.

Aksi Penggalangan Bantuan Kader PII

Bencana gempa Bumi yang melanda Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu, membuat kembali bangsa ini berduka, belum hilang duka Tasikmalaya dan sekitarnya yang juga di goncang oleh gempa dan tanah longsor, kembali gempa melanda negeri ini. Ratusan jiwa meninggal dunia, ribuan yang terluka, ribuan bangunan rusak.

Komite Peduli Pelajar (KPP) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kirim tim advanced ke Sumbar

Hari ini (5/10) pada pukul 03.00 dini hari, Komite Peduli Pelajar (KPP) Pelajar Islam Indonesia (PII) mengirimkan 2 orang sebagai tim advanced yang bertugas melakukan mapping lapangan dan olah data guna menunjang missi bantuan yang akan dilakukan serta membantu pendirian Posko bencana di kota Padang, yang rencananya di buka di Jalan Gunung Pangilun, Samping STKIP PGRI Gunung Pangilun Kota Padang.

WARNA - WARNI PII

Warna-warni itu identik dengan keindahan, warna-warni yang menyusun pelangi hingga menjadi laskar pelangi. Saat salah satu warnanya hilang, maka ada bagian indah yang hilang.

duka sumatera “seruan Bersama”

salam…
semoga ALLAH SWT, selalu melindungi kita dalam segala gerak dan langkah yang kita lakukan.
Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) menyerukan kepada semua Pengurus dan Kader PII se-nusantara untuk menggalang bantuan, baik berupa dana maupun barang untuk korban gempa di pulau Sumatera (Sumatera Barat, dan Jambi).
Bantuan akan kita salurkan kepada para korban, rencana bantuan akan [...]

Wah… Beasiswa S-1, S-2, dan S-3 dari Kementerian Negara BUMN!

JAKARTA — Dalam rangka pelaksanaan Program BUMN Peduli tahun 2009, Kementerian Negara BUMN memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa-mahasiswi yang memenuhi syarat menyelesaikan pendidikan jenjang S-1, S-2, dan S-3. Batas waktunya tinggal dua pekan lagi.

PERLUKAH MENDIRIKAN SMA PII?

Beberapa malam yang lalu saya berdiskusi dengan seorang Dinda PW PII Sumsel. Saya menawarkan ide untuk mendirikan SMA PII dengan pertimbangan sbb :

1. Pengkaderan PII sudah semakin lemah.
2. Banyak ‘pesaing’ dalam menggarap kelompok Pelajar Islam.

Tayangkan Kisah Seks, Saudi Tutup TV

Jeddah, NU Online
Apa pun yang dinilai vulgar kerap mendatangkan masalah. Hal itu pula yang terjadi pada sebuah stasiun TV Lebanon yang mempunyai kantor cabang di Jeddah, Saudi Arabia.

Pelajar Islam Indonesia

Pelajar Islam Indonesia , kalimat ini adalah satu kesatuan kata yang cukup komplit mencakup nama, kepribadian dan orientasi diri untuk setiap penuntut ilmu. Setiap orang hakikatnya adalah pelajar. Bagaimanapun proses pembelajaran yang ditempuh untuk memperoleh ilmu pengetahuan tersebut, dia dinamakan sebagai pelajar.