.

     

PERLUKAH MENDIRIKAN SMA PII?

Posted by mtqudin On September - 9 - 2009

Beberapa malam yang lalu saya berdiskusi dengan seorang Dinda PW PII Sumsel. Saya menawarkan ide untuk mendirikan SMA PII dengan pertimbangan sbb :

1. Pengkaderan PII sudah semakin lemah.
2. Banyak ‘pesaing’ dalam menggarap kelompok Pelajar Islam.

Dari pada harus membagi energi untuk mengelola beberapa kepengurusan komisariat, lebih baik dibuat satu SMA khusus yang saya sebut SMA PII. Walaupun namanya tidak harus SMA PII, tapi setidaknya memiliki karakter sbb:

1. Dikelola secara penuh oleh PII dan atau KB PII
2. Kurikulum Standar Pemerintah. Metode pembelajaran menggunakan sistem interaktif seperti silabus yang selama ini digunakan PII.
3. Tidak ada kepengurusan OSIS, yang ada adalah PD PII/PK PII.
4. Tidak ada MOS/OSPEK/semacamnya. Bagi SIswa Baru Wajib LBT!
5. KEgiatan ekstrakurikuler wajibnya adalah Taklim dan Kursus.
6. Tidak ada Pramuka, yang ada adalah  Brigade PII
7. Kalau perlu sekolahnya GRATOT (Gratis Total).
8. Memanfaat Quantum Learning dan Quantum Teaching.
9. Siswa kelas I wajib LBT, Naik ke kelas II wajib INTRA, naik ke kelas III wajib Advance. Kalau perlu kelas III sudah PI.

Dana awal pendirian cukup kecil, karena hanya menyiapkan untuk calon Siswa Kelas I dulu. Selanjutnya silahkan gunakan ilmu fundraising untuk mendapatkan Gedung/Fasilitas yang lebih layak.

Dengan cara ini semua siswa POSITIF adalah kader PII dan bisa mengikuti konsep Takdib secara penuh!

Ayo, siapa yang setuju? Beri pendapatmu di sini atau pengguna facebook dapat join di http://www.facebook.com/group.php?gid=115848614910


23 Responses to “PERLUKAH MENDIRIKAN SMA PII?”

  1. KPL PW PII Sumbar mengatakan:

    suatu terobosan yang menarik ketika PII punya sekolah sendiri. Punya fasilitas sendiri dan punya kebebasan dalam melakukan sistem pendidikan yang kita anggab terbaik. Yang pastinya kita sudah punya kader tetap tiap tahunnya.

    Namun apakah ta’dib menginkan proses pentrainingan yang seperti ini?
    Tidak mengatakan satu tahun adalah waktu yang kurang untuk melanjutkan proses training. Dan tidak mustahil mereka bisa sudah mengikuti kursus dan ta’lim di PII. Tapi cukupkah itu?

    Tidak ada Istilah pesaing dalam PII!!!

  2. PPO PII Sumbar mengatakan:

    asslm…..
    ide-ide baru kadang datang tanpa kita sadari…
    kreatifitas itu mesti ada…
    sehingga kita bisa menciptakan suatu yang inovatif…
    namun tak selamanya kreatifitas tersebut menciptakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita bayangkan.

    tawaran untuk membuat SMA PII tu sebenarnya bagus!! :-)
    namun apakah kita hanya sebatas memikirkan tuntasnya jenjang training,terjalaninya ta’lim atau kursus tanpa ada suatu perubahan yang lahir dari seorang kader tersebut.

    kelebihan yang tidak bisa terlupakan di PII ItU adalah bagai mana kita berproses di ranahnya PII, kita mendapatkan begitu banyak hal-hal yang baru dan pengalaman yang tak kan terlupakan. sehingga kita dapat merasakan bagaimana perjuangan di PII tersebut.

    mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk kedepannya dan semoga kita bisa membuat suatu konsep SMA PII yang lebih baik.

  3. emte mengatakan:

    sekolah PII is in mind!
    suatu terobosan yang kreatif pi juga berani bila PII mw menampilkan diri di depan bangsa dan negara RI bahwa PII itu tidak sekedar mengkader pelajar negara ini menjadi moslem yang berjiwa pemimpin tapi siap mencetak generasi bangsa yang bertakwa…but sadarilah teman2ku bahwa kalo kurikulum yang masih dipakai adalah kurikulum sekarang(kurikulum nasional) anda hanya akan mengganti cetakan tanpa mengganti model cetakannya.
    fahhimta???

  4. mtqudin mengatakan:

    @KPL PW PII Sumbar:
    Konsep takdib sendiri bukanlah sebuah Kitab Suci. Artinya, kita tetap harus melakukan evaluasi terhadap konsep takdib itu dari waktu ke waktu. Jika dalam hasil evaluasi Konsep Takdib sudah tidak tajam untuk kondisi kekinian, maka kita harus cepat bergerak menyelamatkan PII dengan merombak Konsep Takdib. Tidak mustahil seperti itu.

    Mengenai istilah ‘pesaing’ :) Ketika saya berkata seperti itu saya hanya mengutip Al-Quran “Fastabiqul Khairat”. Dalam setiap perlombaan, pasti banyak peserta. Termasuk dalam penggarapan Pelajar, PII hanyalah salah satu peserta. Untuk memenangkan perlombaan yang dicanangkan Allah SWT ini, kita harus berusaha semaksimal mungkin ‘mengalahkan pesaing’. Tidak apa-apa toh, bersaing dalam kebaikan.

    @emte :
    SMA PII yang saya maksud hanyalah sebagai solusi awal mengatasi masalah pengkaderan. Mengenai perubahan kurikulum pendidikan secara nasional, itu merupakan target jangka panjang dan merupakan program tersendiri.

    Justru dengan memiliki Sekolah sendiri, PII bisa berkreasi melakukan Riset dan Uji Coba kurikulum baru yang diinginkan oleh PII. Sangat naif jika PII hanya menginginkan perubahan kurikulum, tapi tidak bisa memberikan alternatif kurikulum.

  5. indar mengatakan:

    setengah mati lah…

  6. anas mengatakan:

    asalamialaikum Wr Wb

    kadang kita mengeluh kenapa allah tidak menciptakan manusia yang beriman kepada allah semua sehingga kita sebagai (merasa) orang beriman tidak susah2 mengajak amal maruf nahyi mungkar.

    bukan kah perbedaan itu sebuah nikmat tuhan yang sangat besar karena dengan beda kita akan merasakan yang lain” ketika kita selalu berkecukupan kita akan merasa bosan dengan kondisi ini sehingga akan mencari cara intuk memperoleh kebahadiaan”

    begitu pula kita dalam berdakwah di PII sekolah2 adalah manis pahitnya hidup ada yang susah ada yng mudah.

    kata kb wati “nabi berdo’a agar umatnya sedikit tapi berkualitas”
    inilah menjadi motovasi kami (PII Indramayu)untuk berdakwah di PII

    tandang kegelanggang walau seorang

    jajakumullah khoiron katsiron
    billahitaufik walhidayah
    wasalamualaikum Wr Wb

    ketua PJS PD PII Indramayu

    ANAS NASYULLAH

    FB anas asturi

  7. Endang Sulaeman mengatakan:

    Saya setuju malah saya sudah mulai merintis pendirian Sekolah Islam Terpadu barangkali anggota PII dan kepengurusan mau bergabung berjuang,mari bersinergi bersama kami

  8. dewi susylowati mengatakan:

    aslmkm….
    salam ukhuwah dari buleleng, bali…

    subhanallah….
    alangkah baiknya jika itu memang benar-benar terwujud. ana setuju, karena ana ngerasa PII haruslah menjadi pionir berubahan pada sistem pembelajaran/pendidikan yang lebih baik di negeri ini yang menciptakan ulama yang intelek ataupun seorang intelek yang ‘alim ulama.
    tidak ada salahnya mencoba, apalagi untuk kebaikan di jalan Allah…
    afwan^_^

  9. Tumijan mengatakan:

    Assalamualaikum, wah hebat! ide cemerlang. saya sangat setuju dan yakin hasilnya akan sangat memuaskan. Wacana itu say berharap bukan hayalan tapi mimpi yang harus kita buktikan bersama. Salam Sukses buat Kader, Pengurus dan simpatisan PII se-nusantara.

  10. syihab mengatakan:

    askum, saya setuju itu ide yang sangat efektif, melihat kondisi pelajar sekarang yang sudah rusak moral dan agamanya. dan istem pendidikan di sekolah2 sekarang sudah kocar-kacir. moga ide itu dapat terlaksana dan bisa juga terlaksana di daerah kami amin. slm perjuangan (pii kab kediri)

  11. ulfa triyani.kader papua barat mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    sebuah cita-cita mulia yang harus segera diwujudkan. saya yakin dengan jumlah kader PII yang banyak bergelut di dunia pendidikan, sekolah PII insya ALLAH bisa terwujud. hanya saja opini ini sudah lama digemakan, sekitar 5 tahun lalu tepatnya saat muktamar di banjarmasin tetapi belum tercapai. jika teman2 punya jalan keluar mungkin kita bisa berbagi info agar impian ini bisa terwujud.
    MARI KITA UBAH TANTANGAN MENJADI PELUANG:)
    syukran katsiran

  12. Ulis (PW PII Maluku Utara) mengatakan:

    Asslm.
    Hebat…!!! ide cemerlang.
    mari kita bahu membahu untuk mewujudkannya, bagi saya PII memiliki konsep yang jelas dan lengkap untuk mendirikan sekolah PII.
    Ayo…!!!

  13. Ahmad Baiquni mengatakan:

    wow, ide mendirikan sekolah sendiri… luar biasa. tapi konyol. ada beberapa hal yang lepas dari pengamatan anda. sebenarnya, bukan masalah akannseperti apa jenjang training yang diapaki. demikian juga dengan sistem pengkaderan seperti apapun. tapi, saat ini, dengan berbagai pengalaman di lapangan, pengkaderan PII cendrung stagnan. hal ini banyak disebabka tidak adanya pembacaan yang komprehensif terhadap kenyataan ang terjadi saat ini. sehingga, langkah yangdiambil pun pada akhirnya cenderung reaktif.

    lebih baik kembali melakukan analisa tentang seperti apa sebenarnya kondisi yang terjadi. di sana PII dapat menentukan posisi yang jelas dimana dia akan bergerak. jangan lagi terlalu terfokus pada kuantitas training. hal itu tidak akan berdampak cukup signifikan terhadap perkembangan masa selanjutnya.

  14. anis (kalbar) mengatakan:

    Mantap, inspirasi sekali..tentu kita apresiasi dengan ide seperti itu, kalo mau diterapkan mari kita coba pada Lembaga Pendidikan yang notabene disitu berkecimpungnya para Alumni PII (alumni muda, KB,…). Ya…semacam orientasi penanaman nilai, sosialisasi dan idiologisasi PII, jadi tidak harus mendirikan Lembaga Pendidikan PII kn..butuh Sumber daya yang ngak sedikit tu…

  15. Hafidz... kader PII tegal mengatakan:

    aku merasa pii jangan terjebak pada pragmatisme,,,,,, daripada bikin sekolah siapan aja kader di setiap sekolah,,,,, ok

  16. PW PII Jambi mengatakan:

    Haa….ha…..

  17. Syamil... mengatakan:

    ah tmn2 pii KU…. Setiap ad ide selalu gaya khasnya dlm menanggapi.. saya setuju atw ide kreatif, tpi setelah itu selalu ad kata.. tetapi, namun, menurut saya.. hmpir dlm diskusi apapun. tak ad gunanya kita mengolah bhsa sdmikian rupa dlm debat. Pendirian SMA PII hnyalah salah satu solusi yg ditawarkan ktkan iya jika setuju dan tidak jika tidak. atw ksih solusi lain untuk mngtsi stagnasi atau lebih condong dekadensi gerakan PII hari ini. jangn melulu menganalasis masalah..

  18. mukmin mengatakan:

    Aslm….
    halloooowwwww…. kawan kalau mau dibuat SMA PII. trus metodenya seperti yang anda tulis, siapa yang akan masuk di sekolah PII???? jangan terlalu memaksakan kehendak untuk PII. sebab tidak semua pelajar itu Islam dan juga tidak semua Islam itu pelajar.. jadi menurut saya itu sama saja mengkotak-kotak masyarakat indonesia padahal tujuan utama didirikannya PII itu adalah untuk kesempurnaan pendidikan. yang artinya kesempurnaan itu tidak mesti datang dari pelajar Islam dan juga Islam pelajar. sebab bisa jadi kesempurnaan pendidikan itu datang dari pelajar yang notabane-nya tidak beragama Islam

    Oke…..???????

    PD PII Ogan Komering Ulu

  19. Nugrah Yatna Utama mengatakan:

    kenapa terlalu naif melihat permasalahan,janganlah kita melihat kondisi zaman dan realita sebagai kambing hitam konstitusi PII sehingga kita melakukan terobosan yang kontraproduktif dan abnormal serta irrasional,kalo saya melihat permasalahan PII adalah hilangnya eksklusifitas gerakan,sekarang tugas kita menemukannya kembali,semoga sukses…..salam ukhuwah dari PII Sulsel,dan mohon maaf jika ada kata yang salah.

  20. mtqudin mengatakan:

    Hmmm… Kader PII-ku masih seperti yang dulu…

  21. Radita mengatakan:

    Semangat!!!!

  22. assalammualaikum…ka ulis.idenya untuk membangun atau mendirikan SMA PII itu sangat luar biasa”saya sangat menyutujuinya”,namun apakah ka ulis mau bertanggung jawab dengan didirikanya sekolah ini,krna tampa sadar ka ulis sudah terlibat dengan masalah ini.tetapi ka ulis harus terus maju,terus smangat……..,krna perjuangan kita sebagai pelajar islam selalu direstui oleh sang maha pencipta allahu akbar…allahu akbar”"tandang kegelagang walaupun seorang.ka ulis kamu la yang terbaik bagi kami,YOUR ARE THE BEST.KAMI SELALU MENDUKUNG ANDA.SALAM………………………ICHAL

Leave a Reply

    Pesan Anda


    Pelajar Islam Indonesia on Facebook
    close
    Jangan lupa kunjungi Komunitas PII Cyber disini